Allahu Akbar Allahu Akbar walillaahil hamd.
Pekikan takbir mengiringi prosesi shalat Ied di Pondok Modern Ayatuna pada hari ahad (10/7). Setelah selesai shalat yang dipimpin oleh Bapak Pengasuh Ustadz Wiprasworo, Ustad Prabasworo selaku khatib berpesan bahwa rangkaian amalan di bulan haram Dzulhijjah sejatinya menghidupkan keteladanan keluarga indah Ibrahim AS yang melakukan pengorbanan besar dengan kesabaran sempurna semata mata ingin meraih ‘qurbah’ kedekatan pada Allah SWT. Moga kita dapat meneladani mata air keteladanan Leluhur para Nabi, Ibrahim AS, putranya yang shalih, Ismail AS, dan istri mukminah beliau, Ibunda Hajar. Aamiin
Allah berkata pada Rasul SAW, “sesungguhnya kami telah limpahimu dengan karunia yang tak terbatas (banyak sekali). Maka banyaklah berdoa berzikir dan berkurbanlah. (QS. Al-Kautsar).

Setelah prosesi shalat ied, Alhamdulillah pada hari tasyrik 11 Dzulhijjah, Ayatuna melaksanakan tuntunan Allah yakni udkhiyah. Dalam Al Quran, diceritakan bahwa dua anak Adam, Qabil dan Habil mempersembahkan hasil usahanya, yang satu diterima, yang satu tidak. Dijelaskan bahwa yang diterima Allah adalah kurban yang baik kurban yang diberikan Habil, Allah tidak menerima daging korban, tidak juga menerima darah, tapi yang diterimanya adalah ketulusan hati dan ketakwaan yang memberikan.
Moga Allah menerima amal shalih kita semua. Aamiin
Lihat videonya di sini klik