Search
Close this search box.
Search
Close this search box.

Pengukuhan Kader Pondok Modern Ayatuna

Berita & Informasi

Alhamdulillah… sulit untuk tidak bersyukur, berdosa jika tidak bersyukur. Allah izinkan kami semua menjadi saksi sejarah perjalanan Pondok, yang beranjak dari babak perintisan menuju episode pengembangan. Beranjaknya pondok tersebut ditengarai dengan dilantiknya dua kader wakafnya, Al-Ustadz Raka Fadel Devarsa Pahlawan dan Al-Ustadz Wahyu Adamsyah. Ayatuna memilih sistem kaderisasi untuk mengekstensi dan memperpanjang hembusan nafas perjuangan […]

Alhamdulillah… sulit untuk tidak bersyukur, berdosa jika tidak bersyukur. Allah izinkan kami semua menjadi saksi sejarah perjalanan Pondok, yang beranjak dari babak perintisan menuju episode pengembangan. Beranjaknya pondok tersebut ditengarai dengan dilantiknya dua kader wakafnya, Al-Ustadz Raka Fadel Devarsa Pahlawan dan Al-Ustadz Wahyu Adamsyah.

Ayatuna memilih sistem kaderisasi untuk mengekstensi dan memperpanjang hembusan nafas perjuangan yang telah dirintis. Pertama, karena kaderisasi adalah sunnah Rasulullah dan adat para Anbiya’. Rasulullah SAW sendiri yang mengkader sahabat sahabat terbaik di berbagai bidang. Ada Sayyidina Ali bin Abi Thalib di bidang keilmuan, Abu Bakar dan Umar di kepemimpinan umat, Khalis bin Walid dan Sa’ad bin Abu Waqqash di bidang strategi militer, dan Abdullah bin Abbas dan Ibnu Mas’ud khusus di bidang tafsir Al-Quran.

Kita mendapati Nabi Isa mengkader ansharnya, Para Hawariyyun. Nabi Ibrahim yang tak jemu mendidik dan mengajak Isma’il merintis pokok pokok ajaran di padang Bakkah. Serta ketabahan Nabi Zakariyya dan Nabi Ya’qub menanti kehadiran dan kembalinya Sang Buah hati karena meresahkan pewaris perjuangan mereka.

Kedua, karena kepustakaan bahwa peradaban sebesar apapun, imperium atau kekhalifahan kah akan hanya diambang kehancuran ketika gagal melakukan kaderisasi. Kita dapati Imperium Romawi dan Persia tak tersisa kecuali puong-puing dan sejarahnya. Begitu juga dengan Kekhalifahan Abbasiyah dan Turki Usmani yang menguasai hampir separoh dunia ratusan tahun.

Melihat cita-cita luhur pondok ini yang menjulang tinggi serta kesadaran bahwa daya dan usia pejuang yang ada amat terbatas, maka kami mantap untuk melakukan kaderisasi.

Mungkin selama kami hidup, kami belum berhasil mengantar pondok ini pada pintu gerbang cita citanya, yaitu terwujudnya masyarakat Rabbani melalui membina generasi khairu ummah, namun kami tenang bahwa titian perjuangan ini terus berlanjut. Allahumma balligh fiimaa yurdhiiKa aamaalanaa yaa Rabbal ‘aalamiin. Moga Allah meridhai setiap langkah kita menujuNya. Aamiin

Pondok Modern Ayatuna bercita-cita mewujudkan masyarakat yang rabbani dengan membina kader-kader pemimpin dan mendidik generasi khairu ummah. .”Pimpinan PM Ayatuna

Tags :

Kader, Pesantren

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

PM Ayatuna

Pondok Modern Ayatuna bercita-cita mewujudkan masyarakat yang rabbani dengan membina kader-kader pemimpin dan mendidik generasi khairu ummah.

Follow Us